Pasar penjualan mobil di Asia diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang signifikan pasca-pandemi, didorong oleh pemulihan ekonomi, permintaan yang terpendam, dan pergeseran preferensi konsumen. Kelas menengah yang tumbuh pesat di Asia Tenggara dan India menjadi pendorong utama permintaan ini.
Meskipun terjadi krisis chip dan inflasi energi, penjualan EV diperkirakan akan memimpin pertumbuhan ini, didukung oleh insentif pemerintah dan kesadaran lingkungan yang meningkat. Segmen SUV dan crossover juga tetap populer karena menawarkan kepraktisan.
Namun, pertumbuhan ini tidak merata. Beberapa negara mungkin menghadapi hambatan akibat kenaikan suku bunga kredit dan tekanan inflasi yang memengaruhi daya beli konsumen. Produsen harus menyesuaikan strategi harga mereka agar tetap kompetitif.
Secara keseluruhan, Asia tetap menjadi mesin pertumbuhan bagi industri otomotif global. Keberhasilan dalam memenuhi permintaan akan EV terjangkau dan mengatasi tantangan rantai pasokan akan menjadi kunci untuk mewujudkan prediksi pertumbuhan yang optimis ini.
Penjualan mobil di Asia diprediksi tumbuh signifikan pasca-pandemi karena pemulihan ekonomi dan permintaan yang terpendam. Pertumbuhan ini didominasi oleh EV dan segmen SUV/crossover, meskipun terhambat oleh inflasi dan suku bunga kredit.

