Laporan data terbaru mengenai tingkat kriminalitas di kota-kota besar Asia menunjukkan tren yang beragam. Meskipun secara umum tingkat kejahatan kekerasan tetap rendah dibandingkan dengan sebagian besar kota Barat, kejahatan siber, kejahatan terorganisir, dan kejahatan ekonomi (seperti penipuan online) menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Lonjakan kejahatan siber adalah konsekuensi langsung dari percepatan digitalisasi di Asia. Kota-kota yang menjadi pusat keuangan dan teknologi rentan terhadap serangan hacking dan penipuan siber yang menargetkan individu dan perusahaan, menimbulkan kerugian ekonomi yang substansial.
Sementara itu, urbanisasi yang cepat dan kesenjangan ekonomi yang melebar di beberapa megacity Asia berkontribusi pada peningkatan kejahatan properti dan kejahatan jalanan. Pihak berwenang berupaya mengatasi hal ini melalui peningkatan pengawasan (smart surveillance) dan reformasi kepolisian.
Untuk menjaga keamanan publik, diperlukan pendekatan yang seimbang: menguatkan keamanan siber, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan pada saat yang sama, menangani akar masalah sosial-ekonomi yang memicu kejahatan tradisional.
Tingkat kriminalitas di kota-kota besar Asia menunjukkan peningkatan tajam pada kejahatan siber dan kejahatan terorganisir, didorong oleh digitalisasi dan kesenjangan ekonomi, menuntut penguatan keamanan siber dan penanganan akar masalah sosial.

