Thailand, yang sangat bergantung pada pariwisata, kini menginvestasikan besar-besaran dalam pengembangan robot layanan yang dirancang khusus untuk industri perhotelan dan jasa. Fokus ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin parah pasca-pandemi dan memberikan pengalaman pelanggan yang unik dan futuristik.
Robot-robot ini mencakup resepsionis AI yang dapat berbicara multibahasa, robot concierge yang mengantarkan makanan dan barang ke kamar secara mandiri, dan robot pembersih yang menavigasi lobi hotel secara mandiri. Mereka dirancang untuk menangani tugas-tugas berulang, membebaskan staf manusia untuk fokus pada interaksi yang lebih personal dan kompleks dengan tamu.
Pemerintah Thailand memberikan insentif pajak kepada hotel dan restoran yang mengadopsi teknologi ini, memicu kerja sama yang erat antara universitas teknik lokal dan perusahaan perhotelan. Desain robot sering kali menggabungkan elemen budaya Thailand untuk menciptakan kesan lokal yang hangat, alih-alih robot yang sepenuhnya utilitarian dan dingin.
Pengembangan ini memposisikan Thailand sebagai pelopor dalam otomatisasi layanan di Asia Tenggara. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menaikkan citra pariwisata Thailand menjadi tujuan yang inovatif dan berteknologi maju.
Meskipun ada kekhawatiran tentang potensi hilangnya pekerjaan, fokusnya adalah pada peningkatan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Robotika dipandang sebagai alat untuk mendukung, bukan menggantikan, industri perhotelan Thailand yang terkenal dengan layanan manusia yang hangat.

